Senin, 01 April 2013

"aku sayang kamu syif"
"hah ga terlalu cepet?"
"cinta itu gada ukuran cepat atau lambatnya, ada yg baru ketemu langsung jatuh cinta yg dinamain jatuh cinta pada pandangan pertama, betul?"
"iya, tapi buat aku terlalu cepet aja kamu ungkapin ini ke aku"
"aku gasuka mendem perasaan. buat aku, percuma aku punya perasaan kalo gak diungkapin" katanya sambil membenarkan kacamatanya.
"iya juga sih yaaa, tapi kamu cuma ngungkapin perasaan kamu kan? gak nuntut balesan perasaan dari aku?"
"aku gak nuntut, cuma berharap kamu punya rasa yg sama aja"
"kalo nggak gimana?"
"yaaaudah gak gimana2"
"kamu kecewa?"
"iyaa, kecewa sih pasti syif, tapi itumah biasa bukan? kaloo aku minta kamu jadi pacar aku gimana? kamu mau?"
"eeeeee akuuu gatau ren, kayaknya aku gabisadeh"
"kenapa?"
"aku gabisa"
"kenapa? karna cara beribadah ku berbeda denganmu? karna aku meyakini hal yg kafir bagimu? apaaa...." aku memotong pembicaraannya, dan membentaknya karna aku rasa dia berlebihan mengira alasannya "cukup ren! kamu ga ngerti!"
"aku emang ga ngerti, kamu mencintaiku kan?"
"tidak"
"hei bohong itu dosa bukan? jangan berbohong. apalagi bohongin perasaan kamu sendiri"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar